TRENDING NOW

Kali ini akan mencoba membantu Anda yang ingin mengenal lebih jauh anatomy dari Cupang Hias !




Check This Out !

MOUTH : Mulut atau bibir.
EYES : Mata. 
GILLS : Insang, umumnya  akan bergaris 2 baris vertikal saat cupang sedang dalam fase birahi untuk kawin.
PECTORAL FIN : Sirip  yang letaknya dekat Gills (Insang).
PELVIC (VENTRAL) FIN : biasa kita kenal dengan sebutan dasi.
ANAL FIN : Sirip bawah.
CAUDAL (TAIL) FIN : Sirip ekor dan terdapat Ray (Tulang Ekor) pada bagian ini.
DORSAL FIN : Sirip punggung / atas.

Salam Cupang !
Ikan Cupang Hias atau Betta Splendens, merupakan ikan asli yang hidup di alam kawasan Asia Tenggara Seperti Indonesia, Thailand, Singapura, Malaysia, dll. Cupang hias sekarang menjadi salah satu andalan expor Indonesia ke mancanegara. Dalam sejarahnya ikan cupang dahulu kala hanyalah ikan alam yang hidup di daerah persawahan dan rawa-rawa.


Cupang Adu
Tapi sekarang sudah sangat berbeda dari bentuk aslinya dahulu. karena ikan cupang sudah bermutasi menjadi ikan yang lebih cantik & menarik. Ikan cupang di Indonesia di kenal dan di pelihara oleh sebagian masyarakat Indonesia sejak tahun 1960-an dan lebih banyak dikenal sebagai ikan cupang sawah. Ketika itu ikan cupang penggemarnya hanyalah anak-anak dan belum dirambah oleh kalangan orang-orang kaya.

Perkembangan Cupang
Perubahan terjadi pada tahun 1970. saat itu importir memperkenalkan jenis cupang baru. Ada yang ekor pendek yang sekarang kita sebut dengan ikan cupang aduan, cupang laga, ataupun fighter plakat. Ada juga yang memiliki ekor panjang yang dulu kita kenal dengan cupang jenis slayer.


Cupang Slayer

Saat itu yang baru muncul adalah Cupang Hias jenis slayer ekor lilin yang datang sebagai primadona Cupang Hiasnya dan tetap mendominasi sampai era tahun 1990-an. Pada era tahun 1990-an mulailah para penggemar Cupang Hias membudidayakan ikan Cupang Hias mereka sehingga sekarang Cupang Hias memiliki banyak variasi warna dan bentuk ekor.

Cupang Hias jenis baru ini mempunyai ekor yang di hiasi tulang yang lebih menonjol keluar. Ada yang berbentuk duri panjang, sisir tapi biasanya kita sebut jenis serit. dan yang menggelembung seperti setengah bentuk dari Bulan yang kini lebih dikenal dengan sebutan Cupang Half Moon.

It’s not just a FIGHTER !
Pada pertengahan tahun 1990-an, Cupang Hias mulai diperlombakan dan di pamerkan keindahan fisiknya tapi mereka belum memisahkan kategorinya seperti sekarang yang memisahkan bentuk sirip maupun warnanya. Semenjak adanya kontes ikan cupang konon ikan yang dulu kita kenal ikan aduan atau laga berubah menjadi ikan hias yang memiliki warna dan bentuk ekor yang sangat memukau !


Cupang Half Moon

Dan kita seharusnya bangga karena Cupang Serit atau Crowntail Betta diketemukan pertama kali oleh breeder Indonesia !


Cupang Serit (Made in Indonesia !)

Kini ikan cupang bukan hanya untuk diadu, melainkan juga untuk dinikmati keindahannya. Ikan cupang ini juga dipelihara, dikoleksi, dibudidaya dan juga dijual sampai ke luar negeri. Begitulah yang dilakukan oleh para penggemar ikan cupang yang tergabung dalam Komunitas Indo Betta Splendens (INBS)


Cupang Halfmoon Plakat

Maka tak heran, kalau Indonesia merupakan penghasil ikan cupang hias terbesar kedua di dunia, setelah Thailand. Namun kalau cupang alam, Indonesia menjadi penghasil nomor satu didunia.

Saat ini kita memiliki sekitar 40 jenis cupang alam yang sudah diteliti !

Mari Lestarikan kekayaan alam dari negeri kita !

Salam Cupang,

Maka tak heran, kalau Indonesia merupakan penghasil ikan cupang hias terbesar kedua di dunia, setelah Thailand. Namun kalau cupang alam, Indonesia menjadi penghasil nomor satu didunia.

Saat ini kita memiliki sekitar 40 jenis cupang alam yang sudah diteliti !

Mari Lestarikan kekayaan alam dari negeri kita !

Salam Cupang,
IKAN CUPANG : Jika ditelusuri, terdapat banyak jenis cupang hias yang dapat digunakan untuk menghiasi akuarium di rumah Anda. Namun secara umum, cupang hias dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu cupang hias alam dan cupang hias kontes.

—Cupang Hias Alam—

Cupang hias alam yang dimaksud dalam hal ini yaitu cupang yang telah membawa keindahannya secara alami tanpa campur tangan manusia. Meski diperoleh langsung dari alam, keindahannya dapat langsung dinikmati. Oleh sebab bentuk tubuhnya yang relatif ringkas dengan sirip yang pendek, cupang hias ala mini juga sering digunakan sebagai cupang aduan.

1. Cupang brunay
Cupang brunay
Cupang brunay

Cupang brunay (Betta macrostoma) berasal dari Kalimantan. Warna tubuh cupang ini kemerahan dengan kombinasi biru atau hijau. Sementara siripnya berwarna hijau tua dengan hiasan guratan merah dan hijau muda di bagian tepinya. Komposisi warna yang begitu indah tersebut membuat cupang dengan panjang tubuh maksimal 12 cm ini layak dijuluki sebagai “brunei beauty”.
2. Cupang emas
Cupang emas
Cupang emas

Cupang emas (Betta unimaculata) berasal dari wilayah Asia Tenggara. Di Indonesia, cupang bersirip panjang ini dapat ditemui pada sungai-sungai kecil di daerah Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Warna tubuh dan sirip cupang emas yaitu kuning kemilau kehijauan. Oleh sebab itu, wajar jika cupang dengan panjang tubuh maksimal 12 cm ini juga dinamakan “golden beta”.
3. Cupang sarawak
Cupang sarawak
Cupang sarawak

Cupang sarawak (Betta akarensis) berasal dari Kalimantan dan beberapa negara di Asia Tenggara lainnya. Warna tubuh cupang sarawak kelabu kehijauan. Sementara siripnya yang panjang berwarna hijau muda transparan. Panjang tubuh maksimal cupang sarawak yaitu 7 cm.
4. Cupang paradise
Cupang paradise
Cupang paradise

Cupang paradise (Macropodus opercularis) banyak dijumpai di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Warna tubuh cupang paradise hijau muda dengan hiasan garis-garis vertikal berwarna hijau tua, sedangkan siripnya yang panjang berwarna hijau berkilau. Sirip ekornya yang lebar memanjang di bagian atas dan bawah sehingga sirip ekornya terlihat bercabang. Panjang tubuh maksimal cupang Paradise yaitu 8 cm.
5. Cupang surga
Cupang surga
Cupang surga

Cupang surga (Macropodus concolor) dapat dijumpai di Jawa, Sumatera, dan negara Asia Tenggara lainnya. Warna tubuh cupang ini kuning kecokelatan, sedangkan siripnya yang panjang berwarna kuning trasparan. Sirip ekor cupang surga berwarna merah kemilau dan bentuknya mirip cupang paradise. Di Jawa, cupang surga juga disebut cupang paradise. Panjang tubuh cupang surga mencapai 12 cm.
6. Cupang sawah
Cupang sawah
Cupang sawah

Cupang sawah (Trichopsis schalleri) dapat dijumpai dengan mudah pada persawahan di daerah Jawa dan Sumatera serta sungai-sungai kecil di Kalimantan. Warna tubuh cupang ini kekuningan dan seluruh siripnya yang panjang berwarna merah transparan. Sepintas, penampilan cupang sawah lebih mirip ikan sepat dibandingkan ikan cupang. Namun, justru ikan inilah yang pertama kali mendapat julukan sebagai ikan cupang. Panjang tubuh cupang sawah hanya 6 cm.
—Cupang Hias Kontes—

Sesuai dengan namanya, cupang hias yang bernama latin Betta splendens ini diikutkan pada setiap kontes. Pada dasarnya, cupang hias ini merupakan hasil persilangan beberapa spesies cupang alam. Anak cupang hasil persilangan tersebut disilangkan kembali sehingga didapatkan strain-strain cupang dengan warna tubuh bervariasi serta bentuk sirip yang menawan.

Oleh sebab digunakan untuk kontes, terdapat beberapa kategori cupang hias yang dikelompokkan berdasarkan tipe siripnya. Berikut beberapa jenis ikan cupang hias yang popular di kalangan peternak dan penggemar cupang hias.

1. Comb tail (sisir; serit tunggal)
Comb tail
Comb tail

Comb tail atau cupang sisir merupakan sebutan untuk cupang yang memiliki sirip berbentuk sisir. Cupang ini pun biasa disebut dengan julukan cupang serit. Cupang sisir mempunyai serit yang sangat kecil di ujung ray (sungut) sehingga terlihat bergerigi dan disebut juga dengan serit tunggal.
Oleh International Betta Congress (IBC), comb tail disebut juga sebagai fringe finned betta. Hanya saja, IBC tidak memasukkan comb tail sebagai bagian dari crown tail yang digunakan untuk menyebutkan cupang berserit dua atau lebih. Cupang serit tunggal tetap disebut comb tail meskipun siripnya panjang dengan tambahan nama extended di belakangnya. Cupang serit dikatakan crown tail jika memiliki 2 tulang serit yang memanjang.
2. Crown tail (serit ganda)
Crown tail
Crown tail

Crown tail merupakan cupang hias silangan asli Indonesia. Bentuk sirip cupang ini sangat khas, yaitu tulangnya ekornya terlihat panjang dan kuat. Sekilas, sirip tipe ini terlihat seperti layar yang sobek.
Awal pertama kemunculan cupang serit terjadi pada tahun 1998 dan menjadi booming pada tahun 2000. Di awal kemunculannya, banyak pihak yang skeptis karena tipe tersebut relatif baru dan dianggap sebagai penyimpangan semata. Oleh sebab itu, cupang serit dijadikan sebagai “warga kelas dua” dalam dunia kontes cupang. Seiring berjalannya waktu, banyak peternak yang tergila-gila untuk memperbanyak cupang serit. Akhirnya, keberadaan cupang serit pun diakui oleh International Betta Congress (IBC).
Seekor cupang dikatakan termasuk dalam jenis crown tail jika memiliki dua atau lebih tulang serit. Dewasa ini, perkembangan cupang serit sudah semakin jauh. Hal tersebut terlihat dari jumlah tulang serit yang tidak hanya dua, tetapi empat (double-double ray) dan delapan.
Tidak hanya berdasarkan jumlah tulang serit, perbedaan juga ditunjukkan dengan adanya selaput di antara tulang serit. Oleh sebab itu, crown tail dibagi menjadi dua, yaitu tipe balon dan tipe balok. Tipe balon ditunjukkan dengan adanya selaput lebar di antara tulang serit. Ada atau tidaknya selaput ini baru dapat diketahui ketika cupang telah dewasa. Sementara tipe balok dicirikan dengan tulang serit kasar yang tidak memiliki selaput.
Dunia crown tail semakin semarak dengan hadirnya cupang dengan serit menyilang yang mendapat julukan king crown tail. Berbeda dengan cupang serit lainnya, king crown tail memiliki pasangan tulang serit yang menyilang sehingga ujung tulang serit bertemu dengan ujung tulang pasangan serit lainnya. Dengan begitu, tak berlebihan jika cupang ini mendapat julukan sebagai rajanya cupang berekor mahkota. Namun, munculnya king crown tail baru diduga sebagai kelainan genetik semata. Hal tersebut terbukti dari king crown tail yang diternakkan tidak menurunkan keturunan yang serupa. Oleh sebab kelangkaannya tersebut, cupang ini banyak dijadikan maskot oleh peternak dan penggemar cupang.
3. Halfmoon (separuh bulan)
Halfmoon
Halfmoon

Pada awalnya, halfmoon merupakan cupang hasil silangan peternak cupang di Amerika Serikat. Cupang yang dihasilkan ini memiliki sirip yang lebar dan bentuk sirip ekornya menyerupai setengah lingkaran, yaitu 180o. Selain bentuk siripnya yang indah, gerakan yang anggun dari halfmoon menjadi daya pikat tersendiri.
Selanjutnya, cupang tersebut dikembangbiakkan di Perancis. Seperti halnya cupang serit, masyarakat kontes cupang internasional IBC masih belum dapat mengakui kehadiran ikan cupang ini. Kebanyakan juri masih belum dapat memberikan kemenangan terhadap halfmoon, meskipun memiliki segudang keistimewaan. Halfmoon pun menjadi “warga kelas dua”.
Berbeda penerimaan IBC, berbeda pula penerimaan masyarakat secara individual. Sejak dipertontonkan pada konvensi konvensi IBC di Alabama, banyak peternak cupang yang menaruh perhatian besar. Hal ini ditunjukkan dengan menyebarnya halfmoon ke kawasan eropa lainnya, misalnya Switzerland. Selanjutnya, setelah berusaha keras membuat galur murni halfmoon, para peternak dari Amerika Serikat, Perancis, dan Swiss itu pun membentuk organisasi baru yang bernama International Betta Splendens Club untuk mewadahi kontes cupang halfmoon dari berbagai belahan dunia.
Hingga kini, halfmoon tersebar dengan baik ke Asia Tenggara sejak para peternak dari Thailand turun tangan dalam mengembangkannya. Di habitat tropis Thailand, ikan cupang ini pun berkembang pesat dan banyak diternakkan karena memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
4. Double tail (cagak)
Double tail
Double tail

Sebutan double tail (cagak) diberikan pada ikan yang memiliki sirip ekor sebanyak dua buah. Akibatnya, ikan ini seperti memiliki sirip ekor yang terbelah sehingga disebut juga dengan istilah “fin split”. Setiap sirip ekor (belahan) tersebut memiliki ukuran yang sama besar dan sama lebar. Diduga, cupang cagak merupakan mutan dari halfmoon yang memiliki satu sirip ekor (single tail).
Selain memiliki keistimewaan berupa sirip ekor yang terbelah, keistimewaan lain dari cupang ini yaitu memiliki pangkal sirip punggung dan sirip anal yang sama panjang. Cupang cagak yang baik tidak memiliki celah atau spasi di antara ketiga siripnya (anal, kaudal, dan dorsal). Jika mengembang sempurna, keseluruhan sirip tersebut akan membentuk satu kesatuan berupa lingkaran utuh yang simetris.
Pengembangan cupang cagak ini masih relatif jarang ditemukan. Hal tersebut disebabkan rendahnya tingkat keberhasilan menghasilkan cupang cagak yang sempurna. Oleh sebab itu, kelas double tail tidak selalu diselenggrakan oleh panitia kontes karena keterbatasan jumlah peserta.
5. Plakat (ekor pendek)
Plakat
Plakat

Berbeda dengan jenis-jenis sebelumnya, cupang plakat memiliki sirip ekor yang pendek. Asal-usul cupang ini berasal dari cupang alam dan cupang aduan. Namun, jenis ini sengaja dikembangkan khusus untuk kontes hias yang terfokus pada keindahan warna dan bentuk sisiknya. Nama plakat sendiri berasal dari bahasa Thai, yaitu “plakad”, yang digunakan untuk menyebut cupang aduan. Dalam dunia percupangan, nama plakat digunakan untuk membedakan cupang dengan ekor pendek yang digunakan untuk kontes dan cupang yang digunakan untuk aduan.
Dalam perkembangannya, cupang plakat pun di kawinkan dengan jenis cupang lain seperti halfmoon dan double tail. Hasilnya, diperoleh cupang plakat dengan bentuk sirip yang bervariasi. Perkawinan cupang plakat dan halfmoon menghasilkan cupang plakat dengan ekor pendek membundar (setengah lingkaran) dengan sokongan lebih banyak tulang ekor. Berbeda dengan cupang plakat biasa (tradisional) yang hanya disokong oleh dua tulang ekor. Adapun silangan plakat dengan double tail menghasilkan cupang plakat yang memiliki sirip punggung yang tinggi dan lebar.
Oleh sebab keindahannya, cupang plakat simetris hasil perkawinan antara plakat dan double tail dikelompokkan dalam kelas tersendiri oleh International Betta Congress (IBC). Dengan begitu, kelasnya berbeda dengan kelas plakat halfmoon dan plakat biasa.
Selain ketiga jenis plakat tersebut, terdapat satu kelas khusus yaitu kelas plakat raksasa. Pengembangan plakat raksasa ini dilakukan dengan melakukan perkawinan antara plakat dengan cupang alam yang panjang tubuhnya mencapai 10—12 cm. Pengembangan plakat raksasa juga disinyalir menggunakan hormon pertumbuhan yang dicampurkan dalam pakan.
IKAN CUPANG : Sebagai salah satu jenis ikan air tawar, Cupang (betta sp) cukup banyak digemari sebagai salah satu hewan piaraan. Ikan cupang adalah salah satu ikan yang kuat bertahan hidup dalam waktu lama sehingga apabila ikan tersebut ditempatkan di wadah dengan volume air sedikit dan tanpa adanya alat sirkulasi udara (airator), ikan ini masih dapat bertahan hidup.


Ikan ini mempunyai bentuk dan karakter yang unik dan cenderung agresif dalam mempertahankan wilayahnya. Di kalangan penggemar, ikan cupang umumnya terbagi atas tiga golongan, yaitu cupang hias, cupang aduan, dan cupang liar. Di Indonesia terdapat cupang asli, salah satunya adalah betta channoides yang ditemukan di Pampang, Kalimantan Timur.

Kali ini, kita akan melihat salah satunya yakni cupang hias. Ikan cupang hias adalah kelompok ikan cupang yang paling banyak dipelihara oleh para pecinta ikan hias. Hal tersebut disebabkan karena kelompok ikan cupang ini mempunyai keindahan warna dan sirip ekor. Hal ini tidak ditemukan dalam kelompok ikan cupang aduan ataupun ikan cupang liar.



Cupang hias dibagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

Halfmoon(setengah bulan), cupang jenis ini memiliki sirip dan ekor yang lebar dan simetris menyerupai bentuk bulan setengah. Jenis cupang ini pertama kali dibudidaya di Amerika Serikat oleh Peter Goettner pada tahun 1982.
Crowntail (ekor mahkota) atau serit
Double tail (ekor ganda)
Plakat Halfmoon
Giant (cupang raksasa), cupang jenis ini merupakan hasil perkawinan silang antara cupang biasa dengan cupang alam, cupang jenis ini ukurannya bisa mencapai 12 cm
Ikan cupang harus diberikan pakan secara teratur, air di akuariumnya pun perlu diganti, serta memastikan ikan-ikan peliharaan dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Pakan yang paling baik untuk ikan cupang yaitu pakan alami berupa kutu air. Pakan diberikan sebanyak dua kali sehari setiap pagi dan sore dengan dosis yang secukupnya.



Penggantian air dilakukan setiap hari atau paling tidak tiga hari sekali dengan hanya mengganti separuh dari total volume akuarium. Keterlambatan dalam mengganti air di akuarium bisa memicu timbulnya penyakit

So, bagi kalian yang sedang merencanakan memiliki hewan piaraan, cupang hias bisa menjadi pilihan yang tepat. Dari sejumlah penelitian, memelihara dan memperhatikan ikan di aquarium dapat mengurangi stress dan relaks setelah seharian beraktifitas.
IKAN CUPANG : Jalan-jalan di Jakarta tidak melulu hanya ke tempat hiburan atau restoran, sesekali mampirlah ke sentra ikan cupang hias. Di Jakarta, ada dua sentra ikan cupang hias yang cukup dikenal. Salah satunya ada di Slipi, Jakarta Barat.


Tempat yang biasa disebut Kampung Cupang ini menjadi target bagi Anda yang ingin berburu ikan cupang hias. Di Slipi, Anda akan menemukan banyak jenis ikan dengan nama latin Betta splendens ini.
Sentra ikan cupang hias Slipi telah ada sejak 16 Desember 2007. Menurut penuturan Cepong dari  Sentra Promosi dan Pemasaran Ikan Hias Jakarta Barat (SPPIH), dulunya tempat ini dikelola oleh Koperasi Pengusaha Ikan Hias Kota Bambu Slipi (Kobapi). Jumlah anggotanya saat itu ada 47 orang.
"Sempat heboh di tahun 2007," kata Cepong saat berbincang dengan kumparan di Sentra Ikan Cupang Hias Slipi, Selasa (23/1).

Cepong menjelaskan, sentra ikan cupang hias Slipi berdiri di atas lahan 800 meter persegi. Di tempat ini setidaknya dijual ribuan ikan cupang setiap harinya. Ikan cupang ada yang berasal dari peternakan sendiri dan beberapa dari titipan peternak lain.
"Kalau yang dari daerah bisa beli banyak, bisa ribuan," tambahnya.
Di tempat ini, setidaknya ada 6 jenis ikan cupang hias yang dijual. Misalnya ada jenis Serit dengan warna dasar yang beragam mulai dari terang, warna gelap, warna kombinasi hitam, hingga warna merah dan cooper. Sedangkan jenis ikan cupang lain yang dijual adalah Halfmoon.
"Cupang asli Indonesia salah satunya Crowntail atau Serit, kemudian Halfmoon Thailand, Plakat itu shorttail ekor kecil, Double Tail, Plakat Giant, Big Air atau kuping gajah yang produk Thailand, itu semua yang sering dijual," tuturnya

Bergeser dari Slipi, ada satu Kampung Cupang lain yang dibangun di daerah Semanan, Jakarta Barat. Di lahan seluas kurang lebih 100 hektar ini juga dibangun layaknya yang ada di Slipi. Maklum, sebagian besar peternak ikan cupang di daerah ini dulunya juga berasal dari Slipi. Maka tidak heran, Semanan menjadi rumah kedua bagi para peternak ikan cupang.
"Di sentra fauna ini tersedia berbagai jenis cupang, dari mulai aduan atau cupang pendek, Slayer atau dikenal Halfmoon, Serit atau Crowntail, Plakat, Giant Plakat, Giant Halfmoon, Giant Crowntail, Double Tail atau berekor dua, cupang Giant Koi sedang ngetren saat ini, cupang ini memiliki warna seperti ikan emas koi," tutur salah satu peternak ikan cupang Marwan Pechi.
Marwan mengatakan per bulan bisa menjual hingga 5.000 ekor ikan cupang beragam jenis. Omzet yang dia dapat bisa mencapai Rp 15 juta.
"Per bulan di kios saya bisa menjual 5.000 ekor dengan nilai transaksi 10-15 juta per bulan," katanya.
IKAN CUPANG : Ciri-Ciri ika  cupang adu siap tempur harus diperhatikan oleh setiap pecinta ikan laga ini, karena jika tidak maka ikan laga yang menjadi Andalan Anda justru lemah dan terlihat tak bergairah disaat


diturunkan ke gelanggang, hal ini tentunya akan membuat Anda berkeringat dingin melihat jagoan Anda tidak selincah biasanya, sebab itu perlu Anda lihat beberapa faktor dan sebagai pemilik Gladiator wajib bagi Anda untuk memahami betul karakter Gladiator Anda, sehingga disaat pertandingan Gladiator Anda sangat bersemangat dan siap membela wilayahnya hingga titik darah penghabisan, tidak akan kabur hanya dengan beberapa hantaman lawan, dan akan membalas dengan kecepatan yang lebih dari pukulan lawan.

Berikut ciri-ciri cupang adu siap tempur yang perlu Anda perhatikan:
Ikan sangat Agresif ( Galak ) walau setelah di latih dan masih cape jika di dekatkan dengan ikan jantan lain dia langsung hendak menyerangnya.
Ikan membuang kotoran saat di pajang di samping lawan, dan kotorannya berupa gumpalan hitam bukan cairan apalagi sembelit panjang, jangan sekali-kali turunkan ikan yang sedang sembelit karena dia sedang tidak dalam keadaan fit yang nantinya bisa berakibatkan kekalahan dan kabur dalam pertempuran.
Membuka kedokan dengan sempurna ketika melihat lawan di sampingnya bukan hanya sekedar buka, dan dia seakan-akan menantang apapun yang ada di sekitarnya.
Ikan harus sudah di latih dan kondisi benar-benar fit, dengan tanda-tanda beraknya normal, dan di toplesnya dia mengeluarkan busa.
Kasih makan ikan yang akan di adu dengan cuk nyamuk atau kutu air, jangan dikasih makan pakan buatan, hal ini akan menambah nalurinya untuk mempertahankan wilayahnya dari ancaman musuh.
Itu beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menurunkan Gladiator andalan Anda ke gelanggang pertandingan, dan jangan lupa pelajari gerak-gerik ikan jawara Anda, agar Anda dapat menyatu dengan kondisi fisik dan mentalnya, sehingga jika terjadi sesuatu padanya Anda bisa dengan cepat dapat menanggulanginya.
Ikan Cupang Laga Super yang satu ini merupakan salah satu dari RC Series yang di hasilkan oleh Raja Cupang, dan info dari para pemakainya sampai saat ini belum ada yang kalah, bahkan RC/A001 dan RC/B001 sudah langsung ludes terjual begitu pemakainya melihat kwalitas ikan ini dia memborong

semua saudaranya, namun bagi Anda yang mendambakan untuk memiliki Ikan Laga Super ini ga perlu bersedih karena sebentar lagi kami akan angkat lubukan serian yang sama dari indukan yang sama, Cupang yang satu ini memang membuat penonton tercengang, bagaimana tidak pukulan bertubi-tubi yang di arahkan ke sambungan insang lawan dengan cara menyambar dengan kecepatan yang luar biasa di susul dengan dua pukulan mengarah ke pelipis dan di akhiri dengan menombak ke perut membuat lawan limbung dalam jam pertama.

Tak Heran jika ini merupakan salah satu buruan para penghoby, dan bahkan saat ini yang sudah antri pesanan serian ini sudah banyak, lihat aja video tester kwalitas ikan ini, menakjubkan lawan tanding di datangkan dari ikan super Luar dengan harga yang sama namun performa yang berbeda, serta pertunjukan yang berbeda bahkan detak jantung pemiliknya pasti berbeda..hahaha..


Warna ikan seri ini Biru kehitaman bercampur merah, ada yang hijau kehitaman namun semuanya memiliki gaya tarung yang sama dengan sambaran yang menakjubkan, sisik yang tebal, gigi yang taham, yang paling handal adalah gaya tarung yang dahsyat jarang Anda temukan di luaran sana, dan ini aga beda dengan pendahulunya cupang adu super seri T yang sudah terjual.

Kami juga mengembangkan Wild Betta seperti Macrostoma, Channoides, dan lain-lain, untuk seri RC ini dapat Anda  Lihat disini videonya betapa performa ikan ini sangat bagus, dan membuat penghoby kalangan atas selalu menanti turunnya serian ini kembali, langsaung aja ya lihat video performasnya disini biar ga panjang lebar, btw sebelum menerjunkan ikan ikan Anda harus mengetahui ciri-ciri ikan adu siap tempur agar tidak menyesal, ikan sebagus apapun kalau perawatannya salah dan ikan sedang tidak kondisi baik bisa kalah jika dipaksakan berlaga.